Skip to main content

Log in to comment and vote

Comments7

  • Rizal

    •

    Oct 14

    Reunifikasi Jerman mengajarkan kita tentang pentingnya persatuan, perdamaian, toleransi, dan perjuangan untuk mencapai kehidupan yang lebih baik.

  • Nabila Bila

    •

    Oct 14

    saya mempelajari reunifikasi jerman yang dimana reunifikasi jerman adalah bersatunya kembali jerman barat dan timur setelah runtuhnya tembok berlin, dan mengajarkan bahwa persatuan rakyat mampu mengalahkan perpecahan ideologi perang dingin.

  • Rizki Agung

    •

    Oct 14

    Materi reunifikasi Jerman mengajarkan bahwa perbedaan bukanlah penghalang untuk bersatu kembali. Peristiwa ini menunjukkan bahwa persatuan, kebebasan, dan keinginan masyarakat dapat membawa perubahan besar. Dari reunifikasi Jerman, saya belajar bahwa membangun persatuan membutuhkan perjuangan, kerja sama, dan waktu.

  • Yeni Febriani

    •

    Oct 14

    Saya belajar bahwa reunifikasi Jerman mengajarkan pentingnya persatuan, kerja sama, dan menghargai perbedaan.

  • Mhmd Rzwn Zaelani

    •

    Oct 14

    Reunifikasi Jerman menjadi simbol berakhirnya perpecahan Jerman pada masa Perang Dingin.

  • RAIFAN 17

    •

    Oct 14

    1.kemenangan kemanusiaan atas sekat ideologi

    2.menyatukan hati lebih sulit dari pada menyatukan wilayah

  • Lan

    •

    Oct 14

    *Refleksi Reunifikasi Jerman*

    Reunifikasi Jerman pada 3 Oktober 1990 adalah bukti bahwa tidak ada tembok yang abadi. Selama 28 tahun (1961-1989) Tembok Berlin memisahkan satu bangsa yang sama bahasanya, budayanya, hanya karena perbedaan ideologi kapitalis di Barat dan komunis di Timur. Tembok itu tidak runtuh karena perang, tapi karena rakyat Jerman Timur yang lelah hidup dalam ketakutan dan diawasi Stasi, akhirnya berani turun ke jalan pada 9 November 1989.

    Refleksi yang saya ambil adalah persatuan itu butuh pengorbanan dan tidak gratis. Setelah bersatu, Jerman Barat harus menanggung biaya besar untuk membangun kembali Jerman Timur yang tertinggal, bahkan sampai sekarang masih ada sebutan Wessi dan Ossi. Ini mengajarkan bahwa persatuan bukan hanya seremoni, tapi kesediaan untuk berbagi dan toleran.

    Relevansinya bagi Indonesia, kita tidak dipisahkan tembok beton, tapi sering terpisah tembok digital akibat hoaks, ujaran kebencian, dan perbedaan pilihan. Jika Jerman yang homogen saja bisa pecah karena ideologi, maka Indonesia yang sangat beragam harus lebih kuat menjaga moderasi dan toleransi. Karena bangsa yang hebat bukan yang tidak pernah retak, tapi yang berani meruntuhkan temboknya sendiri.